Categories
Cafe

Nomaden Coffee Space – from homeless to apartment –

Suatu hari di tahun 2014, masih inget banget temenku Yoga pernah ngajak aku ngopi di pinggiran jalan Krida Budaya daerah Soekarno Hatta. Kopinya pake sepeda pancal, tapi peralatan manual brewnya lumayan oke. Si pemilik yang bernama Mas Satya menamai kopi jualannya namanya Nomaden Coffee.

8 tahun berlalu, tiba-tiba suatu pagi ada yang whatsapp.

"Mbak Amma, tak undang ke grand openingnya cafe kopi yuk"
"emang cafe apa?" Jawabku
"ini mbak, Nomaden Coffee mau buka baru. Oiya, dapat salam dari Mas Satya juga"
"waaa serius?? salam balik btw. Eh, emang Nomaden mau buka dimana?"
Ini aku masih kaget aja Mas Satya inget aku padahal udah jarang banget ketemu.
"dibawah apartment Begawan mbak"

Antara seneng dan kaget, seneng kalau ternyata mas Satya masih inget sama ammamamo. Kaget, karena wow! Nomaden yang aku kenal dengan kedainya yang humble (jadi setelah konsep kopi macal, akhirnya Nomaden ada outletnya di Pasar tawangmangu, Pasar Pintar Joyo Agung, dan daerah Kayutangan) kini punya bangunan megah dibawah Apartment Begawan, salah satu apartment baru di Kota Malang yang dinilai cukup “high class”.

Pedaling and Manual Brewing by Nomaden Coffee

Beberapa hari setelah dikabari lewat whatsapp, pagi jam 09.00 langsung semangat datang ketempat barunya Nomaden Coffee, yang ternyata sebutannya untuk yang di outlet ini NMDN Coffee Space alias Nomaden Coffee Space.

Terkagum aku ketika sampai, bangunan Nomaden Coffee Space cukup mentereng berada dibawah depan apartment. Ketika masuk, langsung disambut oleh Mas Satya sendiri yang memang untuk saat ini beliau akan masih turun tangan bikinin kopi buat kita-kita.

Sambil ngobrol tentang masa lalu, ketika masih bener-bener nomaden jualan kopinya, aku pesen Marathon Cortado andalan nomaden coffee, dan untuk yang non coffee base ada banana jelly.

Berbeda dengan outlet nomaden yang lain, disini juga menyediakan makanan berat berupa aneka rice bowl dan beberapa snack yang bisa dijadikan teman ngopi dan nongkrong.

Kalian wajib sih merasakan sensasinya ngopi dibawah apartment ini. Ditambah dengan cuaca yang cukup cerah pagi itu, jadi berasa esmud yang cari kopi sebelum berangkat kerja vibenya! Apalagi kalau nyempetin ngopi dibagian depan Nomaden Coffee Space ini, vibe kantoran ala orang Jekardahnya makin kerasa!

Nomaden Coffee Space cocok kok buat kalian yang lagi cari work space pagi-pagi. Tapi kalau udah sore menjelang malem, suasannya bakal berganti jadi kaya tempat nongkrong. Rame banget!

Anyway, congrats puol buat Nomaden Coffee Space yak! Tetap melesat tinggi but keep humble!


NOMADEN COFFEE SPACE

Price: Rp 10.000 - Rp 30.000
Open: Everyday / 08.00 – 22.000
Taste: ★★★★☆
Service: ★★★★☆
Ambience: ★★★★☆
Wifi: Yes
Electrical Plug: Yes
Mushalah: No
Parking Area: Available
Cash and Card Available
Categories
Food

Ketagihan Bikang Panas Mekar Sari Malang!

Kalau kalian kebetulan lagi jalan pagi atau gowes pagi di daerah pasar besar, jangan sampai deh melewatkan camilan fresh from the cetakan ala Bikang Mekar Sari!

Lokasinya terletak dipinggir jalan dengan menggunakan tenda ala bazar gitu. Dari luar seperti hanya menjual aneka kue basah, tapi kalau kalian mendekat, aroma santandan tepung ketan yang di panggang diatas cetakan bercampur dengan gula akan menyeruak. Wangi banget!

Untuk mendapatkan bikang panas ini, kalian harus datang pagi-pagi mulai dari jam 06.00. Karena kalau siang dikit pasti antri atau habis. Kalau menurut pengalaman, datang jam 9 kadang udah habis atau antrinya cukup mengular.

Aik yang masak bikangnya biasanya udah mulai masak jam 06.00, semua adonan bikangnya sudah dibawa dari basecampnya, jadi dilokasi beliau tinggal tuang-tuang ke cetakan. Masih jadi adonan basic warna putih aja udah kecium wangi vanili. Apalagi pas ketemu sama cetakan bikang yang pwanas, makin haruuum!

Kalau di toko kue, biasanya kita ketemu bikang yang warna warni dalam satu kue, kalau Bikang Mekar Sari, cuma terdiri dari dua varian “warna” ada yang warna coklat dengan aroma dan rasa coklat, sedangkan yang warna hijau dengan aroma pandan. Si “tante” akan memasak bikang sesuai pesanan, jadi dijamin bikang yang tersaji panas mongah-mongah.

Sebelum bikang mendarat di kerdus kue yang dilapisi daun pisang, bikang bakal di olesin santen kelapa yang kentel. Gak tau ya fungsinya buat apa, tapi kayaknya biar makin gurih gitu. Aduh pokoknya enak puol. TITIK!

Dari tadi kayaknya aku ngomong enak terus, emang beneran enak?

Iyo gaes! Mungkin karena masih panas ya, jadi sensasinya beda banget dibandingkan kalau kamu beli bikang di toko kue biasanya. Mungkin bagi beberapa orang ngerasa Bikang Mekar Sari ini agak kemanisan, tapi kalau menurut aku sih, manisnya bikang masih rata-rata kok, malah cenderung ke gurih. Apalagi kalau pas kedapetan bikang yang “bokongnya” agak gosong, sumpah itu kenikmatan tersendiri!

Untuk harga satu bijinya 4.000 rupiah aja. Emang agak mahal sih kalau dibandingkan bikang yang beredar dipasaran, tapi tenang aja, kualiatas bahannya gak bisa nipu, terbukti dengan rasanya yang enak (lagi lagi enak) bahkan saat bikangnya udah dinginpun, masih konsisten kok teksturnya. Yes, teksturnya. Karena kalau kue yang terbuat dari tepung berasa atau ketan kalau uda dingin kadang malah alot dan ngendal, Bikang Mekar Sari ini pas aku beli paginya dan baru dimakan sore hari, masih mantap!

Selamat mencoba ya!


What We Order?

Bikang : Rp 4.000


BIKANG MEKAR SARI DAN ANEKA KUE BASAH

Price: Rp 4.000
Open: Senin - Sabtu / 06.00 – habis
Taste: ★★★★☆
Service: ★★★★☆
Ambience: ★☆☆☆☆
Wifi: No
Electrical Plug: No
Mushalah: No
Parking Area: Available
Cash Only
Categories
Food

Makan Malam di Toko Bangunan Pake Nasi Ayam Pak Lukman Malang

Akhirnya setelah sekian lama gak makan malam diluar gara-gara coronces dan berbagai kesibukan (cieleh sibuk apa buk?!) Punya kesempatan buat makan Nasi Ayam andalan warga MT Haryono, namanya Nasi Ayam Pak Lukman.

Lokasinya tepat diseberang Martabak Abdullah Kapasari dan jam bukanya mulai sore jam 17.00 sampai habis! Eits, kalau kalian kesini malam hari jangan kelewatan ya. Pokoknya bedaknya ada didepan toko bangunan yang tutup, Jadi jangan heran kalau mam di lokesyen ditemani dengan aneka batu bata merah dan putih.

Sebenernya Nasi Ayam Pak Lukman ini namanya Nasi Goreng Pak Lukman, jualannya ala masakan cainis food gerobakan gitu, ada nasi goreng, nasi mawut, cap jay, koloke, fuyunghai, dan bakmi. Pak Lukman sendiri sudah berjualan sejak tahun 90-an, bahkan mungkin bisa lebih dari itu. Pokoknya, dari jaman aku masih SD beliau udah jualan. Seger waras yo pak!

Meski menu yang ditawarkan sangat beragam, tapi yang paling spesial menurutku ya Nasi Ayamnya. Kalau biasanya abang-abang nasi goreng pinggir jalan juga menyajikan menu Nasi Ayam tapi tipenya basah, alias disiram pake cap jay dan potongan ayam. Kalau punya Pak Lukman Nasi Ayam tipe kering.

Nasi ayam Pak Lukman, bawahnya pake nasi goreng putih alias no saus-saus club yang kuat banget aroma minyak wijennya dan bawang putihnya. Tekstur nasinya juga menyenangkan syekali, jadi kemrotok gitu lho dan gak pulen. Sangat pas kalau disebut nasi goreng. Apalagi karena dimasak dengan wok dan api gede, tentu masih ada aroma gosong-gosongnya yang menjadikan nasi goreng Pak Lukman punya aroma sangit gosong tapi bikin kalau dicium malah bikin ngiler, apalagi kalau pas perut lagi laper. Pasti makin meronta-meronta!

Sedangkan diatas nasi gorengnya, baru ditambahkan topping suwiran daging ayam merah plus kulit ayam beserta sayuran ijo, kubis, dan orak-arik telor. Disajikan dengan acar timun dan kerupuk Palembang, beuh sedep betol! Seingatku bisa request pedes kok, tapi aku gak pernah ya. Selain karena gak doyan pedes, ya begitu doang mengikuti templatenya aja udah enak banget.

Seporsinya cuma 11rebo aja, tapi kalau mau yang istimewa tambah lagi 2.000 alias 13.000. Itu aja udah kenyang banget, dan suwiran ayamnya juga banyak banget. Sampe suapan terkahir juga masih nyisa kok ayamnya. Pak Lukman emang loyal banget. ter EVOL dah!

Kalau kalian kesini dan bawa kendaraan roda empat, mon maap deh parkirnya syusyah abis karena lokasinya emang pinggir jalan ruas macet, kalau bawa roda dua masih aman lah. Tapi kalau mager, yaudah pesen aja di Go Food, ketik aja Nasi Ayam Pak Lukman. Kalau aku sih lebih milih makan di tempat sih, sensasinya pasti beda dong makan dipinggir jalan dengan penerangan seadanya diantara batu bata toko bangunan. Apalagi sekarang Pak Lukman gak menyediakan meja buat makan, jadi ya makannya piring ditangan kiri dan sendok di tangan kanan.

Selamat mencoba ya! Semoga cocok!


What We Order?

Nasi Ayam Biasa : Rp 11.000

Kerupuk : Rp 1.000


NASI AYAM PAK LUKMAN MALANG

Price: Rp 11.000 – Rp 15.000
Open: Everyday / 17.00 – habis
Taste: ★★★★☆
Service: ★★★★☆
Ambience: ★☆☆☆☆
Wifi: No
Electrical Plug: No
Mushalah: No
Parking Area: Sempit tapi available
Cash Only
Grab Food & Go Food
Categories
Featured

Diary Akhir Tahun: Pandemic Edition

Halo readers! Semoga kabar kalian dan aku selalu baik-baik aja. Aku yakin kita sama-sama merasakan “kok udah akhir tahun aja ya?”. Siapa sangka sih yang mulanya cuma lockdown selama 2 minggu di bulan Maret bakal menjadi masa yang sangat absurd hingga 10 bulan kemudian. Masih ingat awal-awal pandemi ini betapa chaos lingkungan kita: borong tisu, hand sanitizer, beli masker medis harga selangit, paranoid sampe pakai sarung tangan latex tiap keluar rumah, dan banyak lagi. Tidak lupa di whatsapp group ibu-ibu pada sharing resep-resep jamu atau minuman herbal untuk meningkatkan daya imun. Saat itu aku sekeluarga cukup panik namun tetap tenang, untungnya kami bisa hampir sepenuhnya kerja dari rumah dan sangat minimalisir bepergian dan kontak dengan orang asing.

Aku yang saat awal tahun masih belum sibuk-sibuk amat jujur masih merasa daya imun cukup terjaga dan antisipasiku hanya konsumsi minuman herbal seperti wedang uwuh dan sari jahe dari Herbadrink kalau sedang ingat hehe. Beberapa minggu sejak pertama lockdown seperti yang kita tahu orang-orang yang awalnya parno banget sampe semprat-semprot sanitizer disana-sini mulai jenuh dan banyak yang mulai keluyuran entah itu nonton konser, plesir, atau ngafe dengan alasan “pokoknya ngikutin protokol kesehatan”. Awalnya aku masih keukeuh buat jaga diri dan keluarga tapi kelamaan melihat insta-story yang isinya main keluar mulu secara tidak sadar melunturkan kewaspadaan, salah satu yang utama adalah aku jadi kurang olahraga dan banyak jajan yang kurang bergizi alih-alih konsumsi herbal yang menyehatkan.

Hal tersebut berlangsung beberapa bulan sampai ketika beberapa orang yang dekat dengan keluarga mulai tumbang akibat Covid-19 ini. Aku mendapat kabar bahwa beberapa orang tersebut jatuh sakit diawali akibat kelelahan dan stress dari workload yang cukup gila selama dirumah sehingga dalam kondisi rentan tersebut mereka langsung drop ketika terpapar virus ini. Dari situ aku kembali sadar untuk kembali ke jalan yang benar dan memperbaiki pola hidupku yang beberapa bulan cukup berantakan.

Hal pertama yang aku lakukan adalah mengatur ulang jadwal harianku sehingga menghindari begadang yang diikuti dengan tidur sampe siang. Sebisa mungkin aku tidur dan bangun cepat lalu masak sendiri dan langsung beraktivitas. Nah, perpindahan pola tidur ini kadang-kadang menimbulkan efek kurang nyaman di badan aku terutama karena malam sulit tidur cepat tapi paginya aku memaksakan diri untuk bangun kadang aku merasa pusing dan mual yang malah bikin malas seharian. Aku siasati ini dengan minum teh anget setelah bangun tidur untuk menimbulkan efek nyaman, selanjutnya aku ganti teh dengan Sari Jahe dari Herbadrink. Kenapa? Ya karena lebih mudah tinggal seduh ga harus tambah gula atau nyaring ampas teh lagi hehe. Menurutku konsumsi jahe lebih ampuh untuk menenangkan tubuh ya, karena aroma dan sensasi panasnya. Ternyata di internet juga disebutkan kalau jahe memang memiliki efek meredakan mual yang terbukti secara medis. Wah wah nggak salah pilih memang aku. Nggak cuma di pagi hari, ketika aku sudah mulai pusing-pusingnya liat layar komputer aku akan seduh Herbadrink Sari Jahe supaya rileks. Cukup ampuh untuk menjaga tingkat stressku. 

Selain aku, orang yang paling pusing dirumah selama work from home adalah adik-adikku yang masi kuliah. Sayangnya mereka nggak suka sama jahe sehingga ketika ikut belanja mereka lebih milih Herbadrink varian Kunyit Asam, katanya sekalian buat kurus wkwk. Tidak masalah sebenarnya mau pakai varian Herbadrink yang mana aja, toh Indonesia diberkahi rempah melimpah yang semuanya mengandung antioksidan. Tentu kita tahu antioksidan menjadi salah satu kunci dalam menjaga daya tahan tubuh. Baik jahe, kunyit, temulawak, dan rempah lainnya dalam wedang-wedang khas Indonesia bisa dipastikan memiliki senyawa aktif terutama antioksidan yang baik untuk tubuh. Nah disitulah enaknya kita bisa memilih jamu mana yang kita suka, karena sesehat apapun minuman/makanan itu kalau kita engga suka mengkonsumsinya nanti malah sumpek sendiri kan? Alih-alih sehat malah stress kita haha.

Categories
Food

Pewarna Makanan Alami: Tren Lama Relevan Selamanya

Aku yakin banget kalian yang baca post ini paling tidak pernah sekali dalam hidup kalian lihat produk makanan dan minuman yang memiliki label semacam “tanpa pengawet” atau “menggunakan pewarna alami” atau “tanpa pemanis buatan”. Aku juga yakin kita tanpa sadar punya preferensi untuk memilih produk-produk itu dibandingkan produk yang sama tanpa label. Secara umum kita tahu produk alami tanpa pengawet dan pewarna buatan pasti lebih aman untuk dikonsumsi jangka panjang. Namun, apa kita juga punya pemahaman yang cukup mengenai label tersebut atau hanya percaya dengan “kata orang”?

Waktu kecil dulu, kalau kita lagi jajan pasti guru dan orangtua suka banget wanti-wanti untuk beli jajan yang aman terutama menghindari saos cilok yang warnanya mencolok banget. Konon katanya abang ciloknya kalo bikin saos pakai pewarna kain merah biar saosnya bisa merona menggoda seperti itu. Jujur deh, kalian pasti banyak yang tetep nekat makan cilok pake saos mencurigakan itu karena akupun juga gitu lol. Tapi itu cerita lama ketika kita masih piyik dan gatau apa-apa. Sekarang di range usia yang bisa dibilang “tua tapi berjiwa muda” aku mulai sadar pentingnya memilih produk makanan yang beneran aman kayak kata guru dan orangtuaku dulu.

Growing up, aku semakin banyak mendapat informasi yang disertai support ilmiah dan logis tentang bahaya sebenarnya beberapa bahan tambahan makanan serta regulasi dari pemerintah (BPOM) mengenai produk pangan kemasan. Kita pasti pernah dengar kampanye dari pemerintah mengenai awareness terhadap pewarna makanan sintesis seperti tartrazine, quinoline yellow, carmosine, sunset yellow , ponceau 4R dan allura red terutama di makanan anak-anak. Sebenarnya apa sih bahayanya? Tim peneliti dari University of Southampton pada tahun 2007 menerbitkan hasil studi yang menunjukkan bahwa bahan tambahan pangan seperti pewarna sintesis seperti yang kusebutkan tadi dan pengawet makanan jenis natrium benzoat dapat meningkakan hiperaktivitas pada anak usia balita dan dibawah 10 tahun. Hasil penelitian inilah yang menjadi dasar bagi Uni Eropa untuk mengeluarkan undang-undang di tahun 2010 mengenai label produk yang harus mencamtukan peringatan apabila produk komersil mengandung bahan tambahan makanan tersebut. Hal itu juga mendasari peraturan-peraturan serupa di beberapa negara lain, juga di Indonesia.

Cukuplah satu penelitian ilmiah itu bikin aku betulan berhati-hati dalam memilih makanan terutama dalam bentuk kemasan, karena aku yakin #BetterNaturallyBetterFuture. Tapi apa liat dari label pada kemasan depan produk udah cukup? tidaak senaif itu teman-temanku. Dewasa ini ketika aku beli produk kemasan buat aku maupun orang lain aku selalu sempatkan semenit-dua menit untuk membaca seluruh label di kemasan, termasuk depan, belakang, samping, atas, bawah, semuanya. Beneran deh, menurutku hal termudah yang bisa dilakukan dalam memulai healthier life style adalah paham dengan food label dan bisa membandingkan produk satu dengan yang lain berdasarkan label tersebut. Kalo kalian perhatikan, cukup banyak kalian menemukan produk yang kelihatannya sehat tapi malah sebaliknya. 

Contoh gampang adalah snack sehat macam yoghurt, kurang sehat apa coba produk fermentasi ini. Kita pasti tahu berbagai khasiat yoghurt so what could be wrong? Eits coba dulu perhatikan komposisi dan nutrition-factnya. Aku sering menemukan produk yoghurt yang dari packagingnya berkesan alami banget dan sehat, tapi kalau diperhatiin ternyata mengandung pewarna sintesis dan kalori dari gulanya banyak banget. Lucunya kalian juga akan bisa menemukan produk tanpa embel-embel label “alami” namun kalo dicek komposisi dan keterangan lainnya ternyata produk tersebut tidak mengandung pewarna sintesis sama sekali, tidak memakai pengawet yang mencurigakan, dan kandungan nutrisinya juga cocok buat konsumsi harian. Itulah guys pentingnya membaca dan memahami label kemasan produk, karena selain untuk informasi label kemasan juga memiliki fungsi sebagai bahan promosi, namanya juga jualan ya kan. 

Personally, untuk snack aku adalah tipe orang yang setia sama beberapa jenis produk favorit. Aku suka banget sama minuman yang asam kayak yakult dan yoghurt. Kalo ngomongin minuman yoghurt salah satu pilihanku adalah produk Heavenly Blush. Jujur aku adalah korban iklan, karena Heavenly Blush itu punya kemasan yang gemas dan iklannya di TV selalu imut yang bikin aku penasaran nyobain semua rasanya. Ternyata emang enak daaan lebih bagus lagi produk ini selain memenuhi kriteria healthy snack yaitu kayak less sugar, less fat, dan tinggi serat, Heavenly Blush rasa Blackcurrant ini, warna alaminya berasa dari sumber alami lho!


https://www.instagram.com/p/CGUw9-QnvE2/
Categories
Food

Beda Rapid Test dan Swab Test Dalam Cek Virus Corona

Dalam pemeriksaan virus corona menggunakan rapid test sudah mulai dijalankan di Indonesia. akan tetapi, banyak orang mengira, tes ini sama dengan pemeriksaan swab tenggorokan yang selama ini dilakukan untuk mendeteksi virus. Padahal, anggapan tersebut sama sekali tidak tepat. Dalam pemeriksaan atau cek virus corona, Rapid test dan Swab test adalah dua hal yang berbeda.

Rapid test corona hanya bisa digunakan sebagai screening atau penyaringan awal saja. Sementara untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi Covid-19, ditentukan dari hasil pemeriksaan swab yang digunakan. Tentu saja tes ini berbeda dari pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung yang selama ini digunakan untuk menentukan diagnosis Covid-19.

Apa perbedaan dari rapid test dan swab test?

Adapun perbedaan dari kedua alat ini yaitu:

  1. Jenis sampel

Dalam cek virus corona, jenis sampel yang diambil untuk pemeriksaan rapid test yang ada di Indonesia, dilakukan menggunakan sampel darah. Sementara untuk pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan pasien.

  1. Cara kerja

Untuk cara kerjanya sendiri, Rapid test memeriksa virus menggunakan IgG dan IgM yang ada di dalam darah. Sementara swab test menggunakan sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

  1. Waktu yang diperlukan

Kemudian waktu yang diperlukan untuk mendapatkan hasil juga berbeda. Untuk Rapid test hanya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit hingga hasil keluar. Sementara, untuk pemeriksaan menggunakan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam hingga beberapa hari untuk menunjukkan hasil. Meskipun hasil dari pemeriksaan rapid test maupun PCR juga bisa keluar lebih lama dari itu, apabila kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel, sudah penuh.

  1. Kelebihan dan kekurangan

Tentu kedua alat ini memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Rapid test memiliki kelebihan yaitu tes ini cepat dan mudah untuk dilakukan. Tentu saja, cara ini bisa menjadi alternatif skrining cepat untuk mendata orang-orang yang butuh pemeriksaan lanjutan.

Sementara untuk kekurangannya, hasil dari tes ini tidak bisa digunakan untuk mendiagnosis Covid-19. Pasien yang telah positif rapid test harus melalui pemeriksaan lanjutan yaitu swab test.

Sementara untuk swab dan PCR memiliki kelebihan yaitu dikarenakan pengambilan spesimen lendir menggunakan swab dan pemeriksaan menggunakan PCR adalah metode yang paling akurat dalam mendeteksi virus SARS-COV2.

Akan tetapi, test ini memiliki kekurangan yaitu pemeriksaan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan lebih rumit. Selain itu, pemeriksaan sampel pun hanya bisa dilakukan di laboratorium dengan kelengkapan khusus sehingga, kapasitas pemeriksaan tidak terlalu besar. virus corona. Sementara itu, pemeriksaan swab adalah cara untuk mendapatkan sampel yang akan digunakan dalam metode PCR.

Begitulah beda dari rapid tes dan swab test dalam cara untuk cek virus corona yang harus anda ketahui. Jadi, jangan salah lagi ya! Kegunaan dari keduanya juga sangat berbeda. Begitu juga dengan kelemahan dan kelebihan dari kedua alat tersebut. Sehingga jangan lagi tertukar pengertian untuk kedua alat tes ini.

Meskipun begitu, ada baiknya untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak terpapar virus ini. jika ingin lebih tahu mengenai perbedaan dari kedua alat ini, dan juga ingin tahu bagaimana pola hidup yang sehat maka anda perlu bertanya pada dokter. Dengan mengetahui perbedaan dengan mendetail, maka ini bisa menjadi satu pengetahuan untuk anda.

Halodoc hadir dengan berbagai kemudahannya untuk anda. Anda bisa bertanya dengan dokter terpercaya yang ada. Begitu juga jika anda ingin berkonsultasi mengenai keadaan anda dan ingin tahu bagaimana tips dan trik hidup sehat, maka anda bisa bertanya dengan leluasa di aplikasi ini. sangat mudah kan? Yuk, mulai hidup sehat dengan pola hidup yang benar.

Categories
Food

SPOT ROMANTIS DI ARBANAT KITCHEN CAFE LOUNGE

Arbanat Kitchen Cafe Lounge Malang tentu bukan lagi nama yang asing didengar oleh pecinta cafe di kota Malang. Letaknya yang berada di daerah Dieng dengan bangunan yang cukup menyolok dari luar yang mampu membuat orang menoleh saat melewati lingkungan ini. Konsep industrialis yang ditawarkan Arbanat Kitchen Cafe Lounge Malang dengan dominan warna merah seakan menantang calon konsumen untuk datang dan menikmati menu-menu yang ada didalamnya.

Sebenarnya, sebelum aku masuk ke Arbanat Kitchen Cafe Lounge Malang satu hal yang muncul dibenakku adalah MAHAL! Yes, soba misquinkuu, kantong pelajar hamba seakan tidak mampu untuk menggapai mewahnya Arbanat Kitchen Cafe Lounge Malang setiap hari. Akhirnya dengan berbekal rasa penasaran, tercapai juga cita-citaku untuk masuk kedalamnya yang tentunya membuat aku super takjub.

Arbanat Kitchen Cafe Lounge Malang terbagi menjadi 3 lantai. Dimana pada lantai pertama dan kedua berkonsep cafe dan family resto dengan mengunggulkan beberapa menu kopi dan menu nusantara. Dilantai ketiga baru kita akan melihat ambience lounge dan fine dining yang apik dan elegan dengan bar wine di dekat pintu masuk. Ehh, btw gak perlu capek-capek buat naik tangga lho karena didalamnya ada lift coy!!! (Ndeso titik gpp yo rek)

Menu yang ditawarkan di lantai 3 Arbanat Kitchen Cafe Lounge Malang lebih pada menu-menu western yang cocok banget di nikmati sambil dinner. Apalagi disini juga ada Wine Bar dengan harga terjangkau tapi dengan kualitas yang premium.

https://www.instagram.com/p/Br6qvWgnzQt/

https://www.instagram.com/p/Bq1x2lWHew6/

Tapi ternyata ga cuma western food, kamu juga masih bisa menikmati sajian indonesian food disini. Bahkan, dengan konsep yang elegant suasana di lantai 3 ini cocok banget jika dijadikan spot untuk privat dinner. Romantis abis!

https://www.instagram.com/p/BqogU5IHgch/

Masalah harga, emang sih disini rada pricey, tapi dengan fasilitas dan sajian yang didapat gak mungkin kamu rugi merogoh kocek cukup dalam untuk momen spesialmu.

https://www.instagram.com/p/Bq4gPdtliUY/

Jadi, kamu mau nongkrong-nongkrong cantik bisa banget duduk-duduk di lantai 1 dan 2, tapi kalau ingin menikmati romantisme dinner bareng yang tersayang, langsung aja reservasi lantai 3 mereka.


ARBANAT CAFE AND LOUNGE

IG: @thearbanat

Jl. Terusan Dieng No.4, RW.6, Pisang Candi, Kec. Sukun, Kota Malang, Jawa Timur 65146

Price: Rp 25.000 – Rp 250.000
Open: Everyday / Lt. 1 dan 2: 10.00 – 22.00 | Lt. 3: 17.00 – 22.00

Taste: ★★★★★
Service: ★★★★☆
Ambience: ★★★★★
Wifi: Yes
Electrical Plug: Yes
Mushalah: Yes
Parking Area: Available for Bike and Car
Cash and Card Accepted

Categories
Featured Food

MANGSIH UWU! MANGGA DAN SELASIH DALAM WEDANG UWUH

Cuaca akhir-akhir ini di Kota Malang cukup random ya, kalo siang panaas luar biasa eh begitu sore langsung hujan deras dan nggak jarang disertai angin kencang. Tapi setelah hujan juga suhu Kota Malang masih terasa “gerah” untuk aku yang dari kecil sudah tinggal disini dan merasakan dinginnya Kota Malang yang sebenarnya. Kondisi cuaca dan udara yang absurd ini selalu bikin aku craving makanan atau minuman yang bisa nyegerin luar dalam bahkan di  malam hari. Bosan minum teh atau kopi, tapi juga takut minum minuman yang aneh-aneh di cuaca kayak gini aku jadi kepikiran buat minum jamu. Kalau ngeliat ayah atau ibu minum jamu tuh kayak segeer gitu, tapi sayangnya aku bukan pecinta jamu ☹

Nah, kebetulan beberapa bulan yang lalu adikku yang lagi ngerjain skripsi nawarin aku untuk jadi panelis uji sensori produk skripsi teman dia yaitu wedang uwuh. Rasanya yang manis dengan sensasi rempah yang tidak terlalu menusuk sebenarnya bikin aku berpikir kalo jamu wedang uwuh ini not bad juga ya. Haus-haus di tengah cuaca yang absurd ini jadi craving something fresh yet warm bikin aku kepikiran sama wedang uwuh. Ternyata oh ternyata di Kota Malang ini nyari penjual wedang uwuh susaaahnya minta ampun dan temanku menyarankan untuk bikin sendiri, tapi buseeeet butuh banyak bahan untuk bikin segelas wedang uwuh!

Aku dan adikku akhirnya mutusin buat jalan-jalan ke supermarket sekalian mencari bahan untuk bikin wedang uwuh. Untungnya ditengah-tengah mencari bahan aku liat ternyata ada berbagai minuman tradisional instan yang dijual oleh Herbadrink termasuk wedang uwuh!

Waah aku langsung excited. Selain beli Herbadrink Wedang Uwuh aku juga beli buah mangga dan selasih buat pelengkap, hehe coba-coba mix bahan lah ya biar makin mantap.

Sampai rumah aku langsung seduh Herbadrink Wedang Uwuh dengan air hangat dan aku tambahkan potongan mangga serta selasih. Ternyata rasanya makin nikmat loh! Bikin minuman hangat ini jadi makin seger dan plong gitu rasanya kalau dikonsumsi. Sensasi rempah yang pas dan hangat dari wedang uwuh dipadukan dengan asam manisnya buah mangga dan sensasi dari selasih emang cocok banget diminum kapanpun. Kalian harus nyobain kreasi dari wedang uwuh ini!

Btw, Buat kamu yang ingin hidup sehat alami dengan Herbadrink, produk inisudah tersedia di berbagai supermarket dan e-commerce, yaitu Konimexstore.com, official store konimex di Tokopedia dan Shopee.

Categories
Featured Food

TETAP FIT MESKI DIHAJAR BANYAK DEADLINE! ANTI KO-KO CLUB!

Pernah gak sih kalian bingung nan galau dengan kerjaan yang menumpuk gitu? apalagi kalau udah urusan dengan deadline, dan kadang deadline tu datangnya barengan gak pake antri sampe-sampe kita ga tau mau ngerjain yang mana dulu!! Pernah gak sih???

Kayaknya sekarang aku lagi ada di fase #HidupDeadlineMatipunTakMau alias so many deadline yang menghantuiku. Bukannya gak bersyukur sih, tapi alahmadulillah diumurku yang belum menginjak 30tahun aku masih dikasih kesempatan untuk melanjutkan kuliah pascasarjana dan dapet kerjaan yang sesuai dengan passion aku.

Tapi tau sendiri kan, kuliah di pascasarjana sebenernya gak sesantai kuliah S1. Tugas berjibun, deadline mepet-mepet, belum lagi sekarang udah masuk musim Tesis. Mau gak mau musti dikerjain semua biar lulus tepat waktu.

Kerjaan juga begitu, deadline dari klien gak bisa nunggu coy! Karena aku kerjanya bergerak dengan team otomatis udah punya job desk masing-masing dan kita musti punya tanggung jawab penuh dong dengan job desk kita. Kebetulan job deskku masih aja berkutat dengan laptop dan terjun langsung ke lapangan. Kebayang gimana peliknya pikiran kalau uda buka laptop, galau mau ngerjain tugas kuliah dulu atau ngerjain kerjaan. Udah gitu, musti terjun langsung ke lapangan untuk ngumpulin data. Wuidihhh, tolong pak hajeee!!!

Kalau udah hectic kaya gitu, jangan berdoa deh agar tiba-tiba sakit terus kerjaan bisa dipending. Bisa-bisa gaji juga di pending. wkkwkw.

Berulang kali keluargaku dan orang terdekat menyarankan aku untuk mengimbangi dengan olahraga agar terus fit dan bisa semangat menjalani hari-hari yang super sibuk ini. Tapi apa mau dikata, waktu berasa gak cukup 24 jam sehari.

Mikir keras biar fit terus, cari-cari referensi apa yang harus kita lakukan kalau pengen tetap fit tanpa harus mencurahkan waktu yang cukup lama buat olahraga. Nenek bilang sih, pola makan harus tetap dijaga dan disupport dengan aneka minuman kesehatan kaya jamu alami yg kalau bisa bikin sendiri agar kebersihan dan keasliannya terjaga. Tapi mau bikin begituan sendiri? buat olahraga aja ga sempet gimana mau meluangkan waktu di dapur buat bikin jamu yang penuh akan rempah-rempah ribet. No No NO.

Nah, kebetulan nih kapan hari temenku ada yang nyaranin buat konsumsi Herbadrink aja. Jadi herbadrink ini semacam minuman alami yang emang diperuntukkan untuk kita yang lagi pengen meningkatkan stamina tubuh tapi dengan cara alami dan gak pake ribet. Varian Herbadrink Sari Jahe, temulawak, Kunyit Asam, Lidah Buaya, dan Beras Kencur pas banget buat meningkatkan daya tahan tubuh apalagi pas lagi sibuk-sibuknya kerja.

Kemasannya berupa sachet dan bubuk yang kalau mau minum tinggal diseduh aja. Diseduhnya juga ga melulu pake air hangat. Pake Air dingin juga makin sweger gaes! Apalagi yang Sari Temulawak, ini salah satu varian Herbadrink favoritku karena rasanya yang literally kaya Temulawak di mbok-mbok jamu dan khasiatnya itu lho pas banget buat anak gadis nan aktif kaya aku. Bahkan nih, kalau lagi niat, minuman dari herbadrink ini bisa dimodifikasi jadi minuman lain. Jadi g Cuma melulu diseduh dan diminum. Selain disajikan dengan es, herbadrink biasanya aku campur dengan jelly gitu. Jadi semacam kaya minuman kekinian gitu yang disedot pake topping jelly berbagai rasa atau ditambahkan kaya potongan buah juga enak aja sih. Segernya dapet, sehatnya dapet, badan makin fit, kerjaan juga makin lancar.

Categories
Featured

LAPAR ILMU TENTANG DIGITAL TECHNOPRENEUR DI GRAND LAUNCHING BINUS @MALANG

BINUS @Malang sudah launching gaes! Kampus yang sering aku denger di media sebagai kampus berbasis enterpreneur pada tanggal 23 – 26 Oktober 2019 resmi di launching dengan gedung barunya yang berada di Green Boulevard no. 1 Araya, Kota Malang.

Selama tanggal tersebut pula, BINUS mengadakan berbagai rangkaian acara yang sangat menarik dengan mengambil tema Digital Technopreneur yang dimaksudkan untuk menggabungkan digital technology dengan entrepeneurship sehingga menghasilkan suatu value atau nilai yang tentunya memiliki hasil yang tidak main-main. Wuihhh menarik banget kan kalau dilihat dari temanya!

Apalagi waktu cek rundown yang dishare di halaman website BINUS, pemateri yang mereka undang keren-keren dong. Kapan lagi kamu ketemu banyak orang hebat yang berkecimpung didunia Digital Technopreneur dalam satu waktu! Dan dari 4 hari rangkaian acara tersebut, aku berkesempatan untuk datang di tanggal 24 Oktober 2019 yang mana pematerinya salah satunya adalah pembicara ahli dari Grab, Gojek, Tokopedia, dan KG Media. Haduh makin deg-deg an kan ngelihat pematerinya yang keren-keren nih!

Gak Cuma excited karena pematerinya, salah satu yang bikin aku deg-deg an adalah ini pertama kalinya aku akan menginjakkan kaki ke gedung barunya BINUS Malang!! Gedung BINUS yang dominan bewarna coklat terlihat elegant dan kokoh dengan design yang modern. Apalagi waktu iseng keliling gedung BINUS sebelum acara di mulai, langsung kepikiran nih kampus berasa kaya hotel deh. Nyaman dan bikin betah! Apa aku pindah kuliah kesini aja ya? WKWKWK

Next…

Cukup takjub saat masuk ke arena Keynote Speech karena ternyata peserta yang hadir gak Cuma dari kalangan pegiat digital atau mahasiswa aja. Anak SMA juga banyak banget yang ikut hadir di acara ini. Sampe-sampe hampir aja aku gak dapet tempat didalem. Tapi karena kegigihanku ingin menimba ilmu, akhirnya dapet juga tempat duduk pewe didalem Hall BINUS @Malang

Pemateri pertama ada Adrianus Johan sebagai product manager GOJEK dan Kornelius Samuel sebagai product engineer Gojek. Mereka banyak bercerita tentang GOJEK yang merupakan perusahaan startup yang pada awalnya hanya berfokus pada transportasi kendaraan roda dua di jakarta khususnya, kini setelah 9 tahun mengembangkan startup tersebut, sudah ada lebih dari 23 layanan yang bisa kalian nikmati di aplikasi GOJEK yang semua itu ternyata dibuat dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat lho.

Pemateri berikutnya ada Igel Zibriel sebagai VP Area Business Development dari GRAB Indonesia yang membahas tentang The Emergecy of a Digital Technology Entrepeneur Ecosystem. Dimana GRAB adalah salah satu perusahaan yang lebih memfokuskan pada membangun suatu ekosistem dengan memperluas jaringan dalam pengiriman makanan, barang, pembayaran digital, kesehatan , dan layanan keuangan. Sehingga tak heran jika GRAB banyak menggandeng merchant lain dalam aplikasinya yang pastinya akan sangat berguna bagi para usernya.

https://www.instagram.com/p/B4DAr22J1ch/

Dilanjutkan dengan pemateri ketiga dari Tokopedia, ada Felix Yuwono sebagai Lead Product Manager dari Tokopedia yang membawakan materi tentang Where Digital Technology Meets Entrepreneurship in Creative Value. Tokopedia memiliki kesamaan dengan GRAB dimana aplikasi ini akan menjadi kendaraan yang menghubungkan antara user dengan berbagai pihak yang terutama dalam hal digital product. Jadi tak heran kalau kamu akses Tokopedia, kamu sudah bisa melakukan pembayaran (easy to pay), traksakasi finansial dan perbankan (financial solutions), melakukan pembayaran yang berkaitan dengan pemerintahan seperti bayar pajak dll. (public service), hingga melakukan donasi atau zakat juga bisa dilakukan melalui aplikasi Tokopedia.

Puas dengan pemateri yang berkecimpung didunia digital sedari awal, pemateri keempat nih beda sih. Ada Andy Budiman yang bertindak sebagai CEO of KG Media atau Kompa Gramedia, yang kita tau bahwa mereka adalah salah satu media yang berasal dari media cetak. Andy Budiman banyak bercerita tentang perkembangan media cetak di Indonesia, minat baca masyarakat, dan bagaimana big data menjadi hal yang sangat penting terutama di era serba digital ini.

Btw, lepas dari pemateri yang keren-keren itu ternyata ada satu fakta yang terkuak bahwa SELURUH PEMATERI TERSEBUT ADALAH LULUSAN BINUS GAES!!!! Heboh gak tuh denger gosip postif kaya gini! Gak heran sih karena BINUS sendiri kayaknya memang kampus yang lebih fokus pada entrepeneurship yang ketika lulus nanti mahasiswanya sudah memiliki jalan untuk mewujudkan cita-cita mereka sebagai seorang entrepreneur tapi yang pastinya akan menghasilkan value yang keren juga seperti para alumnus BINUS tersebut.

Jadi, apa kalian tertarik menjadi seorang Digital Technopreneur?