Diary Akhir Tahun: Pandemic Edition

Halo readers! Semoga kabar kalian dan aku selalu baik-baik aja. Aku yakin kita sama-sama merasakan “kok udah akhir tahun aja ya?”. Siapa sangka sih yang mulanya cuma lockdown selama 2 minggu di bulan Maret bakal menjadi masa yang sangat absurd hingga 10 bulan kemudian. Masih ingat awal-awal pandemi ini betapa chaos lingkungan kita: borong tisu, hand sanitizer, beli masker medis harga selangit, paranoid sampe pakai sarung tangan latex tiap keluar rumah, dan banyak lagi. Tidak lupa di whatsapp group ibu-ibu pada sharing resep-resep jamu atau minuman herbal untuk meningkatkan daya imun. Saat itu aku sekeluarga cukup panik namun tetap tenang, untungnya kami bisa hampir sepenuhnya kerja dari rumah dan sangat minimalisir bepergian dan kontak dengan orang asing.

Aku yang saat awal tahun masih belum sibuk-sibuk amat jujur masih merasa daya imun cukup terjaga dan antisipasiku hanya konsumsi minuman herbal seperti wedang uwuh dan sari jahe dari Herbadrink kalau sedang ingat hehe. Beberapa minggu sejak pertama lockdown seperti yang kita tahu orang-orang yang awalnya parno banget sampe semprat-semprot sanitizer disana-sini mulai jenuh dan banyak yang mulai keluyuran entah itu nonton konser, plesir, atau ngafe dengan alasan “pokoknya ngikutin protokol kesehatan”. Awalnya aku masih keukeuh buat jaga diri dan keluarga tapi kelamaan melihat insta-story yang isinya main keluar mulu secara tidak sadar melunturkan kewaspadaan, salah satu yang utama adalah aku jadi kurang olahraga dan banyak jajan yang kurang bergizi alih-alih konsumsi herbal yang menyehatkan.

Hal tersebut berlangsung beberapa bulan sampai ketika beberapa orang yang dekat dengan keluarga mulai tumbang akibat Covid-19 ini. Aku mendapat kabar bahwa beberapa orang tersebut jatuh sakit diawali akibat kelelahan dan stress dari workload yang cukup gila selama dirumah sehingga dalam kondisi rentan tersebut mereka langsung drop ketika terpapar virus ini. Dari situ aku kembali sadar untuk kembali ke jalan yang benar dan memperbaiki pola hidupku yang beberapa bulan cukup berantakan.

Hal pertama yang aku lakukan adalah mengatur ulang jadwal harianku sehingga menghindari begadang yang diikuti dengan tidur sampe siang. Sebisa mungkin aku tidur dan bangun cepat lalu masak sendiri dan langsung beraktivitas. Nah, perpindahan pola tidur ini kadang-kadang menimbulkan efek kurang nyaman di badan aku terutama karena malam sulit tidur cepat tapi paginya aku memaksakan diri untuk bangun kadang aku merasa pusing dan mual yang malah bikin malas seharian. Aku siasati ini dengan minum teh anget setelah bangun tidur untuk menimbulkan efek nyaman, selanjutnya aku ganti teh dengan Sari Jahe dari Herbadrink. Kenapa? Ya karena lebih mudah tinggal seduh ga harus tambah gula atau nyaring ampas teh lagi hehe. Menurutku konsumsi jahe lebih ampuh untuk menenangkan tubuh ya, karena aroma dan sensasi panasnya. Ternyata di internet juga disebutkan kalau jahe memang memiliki efek meredakan mual yang terbukti secara medis. Wah wah nggak salah pilih memang aku. Nggak cuma di pagi hari, ketika aku sudah mulai pusing-pusingnya liat layar komputer aku akan seduh Herbadrink Sari Jahe supaya rileks. Cukup ampuh untuk menjaga tingkat stressku. 

Selain aku, orang yang paling pusing dirumah selama work from home adalah adik-adikku yang masi kuliah. Sayangnya mereka nggak suka sama jahe sehingga ketika ikut belanja mereka lebih milih Herbadrink varian Kunyit Asam, katanya sekalian buat kurus wkwk. Tidak masalah sebenarnya mau pakai varian Herbadrink yang mana aja, toh Indonesia diberkahi rempah melimpah yang semuanya mengandung antioksidan. Tentu kita tahu antioksidan menjadi salah satu kunci dalam menjaga daya tahan tubuh. Baik jahe, kunyit, temulawak, dan rempah lainnya dalam wedang-wedang khas Indonesia bisa dipastikan memiliki senyawa aktif terutama antioksidan yang baik untuk tubuh. Nah disitulah enaknya kita bisa memilih jamu mana yang kita suka, karena sesehat apapun minuman/makanan itu kalau kita engga suka mengkonsumsinya nanti malah sumpek sendiri kan? Alih-alih sehat malah stress kita haha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.