Explore Batu’s Culinary – Part 1 –

Udah pernah ke kota Batu gaes? Kota yang letaknya di barat kota Malang ini emang di nobatkan sebagai kota pariwisata karena ya emang banyak spot wisatanya, tak terkecuali soal kuliner dong. Kebetulan hari ini 26 Mei 2016 aku ada kesempatan buat explore Batu’s culinary dan s e n d i r i a n! Aku ceritain ya.

Sesungguhnya, nih perjalanan gak aku rencanain sama sekali. Punya niat buat explore kuliner Batu satu jam sebelum berangkat setelah bingung mau nyisir ke arah Kepanjen, Singosari, atau Batu yang akhirnya memilih untuk ke Batu.

Tepat pukul 11.00 dengan hanya membawa duit Rp 100.000, dimulailah culinary trip dengan menggunakan sepeda motor. Sebelum berangkat cek bensin dan ban sepeda juga jangan lupa ya. Pakai masker dan sarung tangan kalau perlu, karena meskipun udara cenderung dingin tapi percayalah matahari tetep bikin belang tangan kamu!

Rencana awal aku pengen langsung menuju Nasi Tempong Pak Komang di daerah Stadion dekat Museum Angkut, tapi salah satu kawanku si @onjitlima tiba-tiba menyarankan untuk nyobain Warung Echo yang spesialis masakan Jawa di jl. Ikwan Haji yang kata dia “Es Jeruknya recommended banget”. Setelah liat GPS dan tempatnya mudah dijangkau, akhirnya tujuan pertama adalah Warung Echo. Disini aku ketemu temenku @jojokcorp yang lagi magang di daerah Songgoriti (magang apa hayo di songgoriti. Ehem)

Warung Echo Masakan Khas Jawa
Source: By Google from Info Batu

Tepat 11.30 aku udah sampe di depan Warung Echo yang ternyata berupa rumah yang halaman depannya dipakai sebagai tempat makan. Cukup asri dengan hijaunya halaman si pemilik dan warna ungu dan kuning bunga anggrek yang menggantung.

So, Warung Echo ini ternyata merupakan warung yang menyediakan aneka macam lauk pauk rumahan ala warung tegal yang bisa kamu pilih sendiri lauk dan sayurnya. Disini aku milih Nasi + Sayur Pepaya + Telor pindang + Semur Daging ditambah dengan es jeruk (yang katanya andalan) dan empat buah kerupuk putih dengan total Rp 25.000. Pada awalnya memang terkesan mahal dengan kualitas terlihat seperti makanan rumahan pada umumnya habis Rp 25.000, tapi setelah aku mencicipi masakan si Ai (yang jual Ai-Ai sekitar berumur 50 an lah) DUAARRRR, telor pindangnya emang sabi bener sih. Aku cocok! Daging semurnya juga gak alot. Sedap nian! Untuk es Jeruknya ternyata mereka menggunakan jeruk peres asli. Saat makan didepan ku ada dua orang Koko yang sudah cukup berumur sebaya dengan di Ai penjual nasi ini, sambil ngobrol ngalor ngidul dengan mereka ternyata mereka jauh-jauh dateng dari Lawang Cuma buat makan siang di warung Echo ini.

Penikmat Warung Echo dari Lawang

Gak heran emang makanannya sedep tanpa micin. Jadi untuk dua puluh lima ribu aku rasa cukup worth it lah, dan kalian bisa dapet harga dibawah itu kalau milih lauknya juga gak kalap kaya aku.

Warung Echo Batu

Sampai disini si Jojok meninggalkanku karena harus masuk kerja lagi dia, akhirnya kuputuskan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah Museum Angkut dimana letak Nasi tempong Pak Komang yang cukup fenomenal berada. Tapi jujur aku sudah kenyang sebenernya!

Tepat jam 13.00 aku sudah duduk manis di warung yang letaknya masuk gang sempit namun warung pak Komang gak sempit sama sekali. Cuman jika kamu bawa mobil memang parkirnya harus diluar gang. Disini aku pesen Nasi tempong seharga Rp 20.000 satu porsinya. Aku mau banget nyoba ayam betutunya, tapi posisiku yang seorang diri dan aku tak begitu tahan dengan rasa pedas jadi kuurungkan niatku untuk mencoba Ayam betutu.  Ibu Komang (ya kali aja namanya bu Komang ya) ramah banget coy! Doi yang nyaranin aku buat pesen nasi tempong aja karena isinya udah macem-macem.

Nasi Tempong Betutu Pak Komang
Source: by Google from Apriliarach’s Blog

Gak sampe 10menit satu porsi nasi tempong dengan sambal  mentah rasa pedas sedang sudah tertata di meja. Nasi tempong sendiri berisi plecing ayam, tahu dan tempe goreng, tempe bacem, udang goreng, sladah air, dan sambal matah. Ditambah dengan se lepek sambel tomat yang bisa kamu pesan diuleg mentah atau mateng.

Warung Ayam Betutu Pak Komang

Nih nasi tempong sebenernya enak apalagi kalau di cocolin ke sambal tomat yang diuleg mentah (jadi menurutku yang enak emang sambelnya sih) tapi karena entah bagaimana saat itu tiba-tiba aku food coma jadi aku makan berlahan dengan sedikit menikmati tapi akhirnya habis juga ding. Nyantai sebentar di warung dengan nuansa Bali ini sambil scroll instagram buat cari next destination dan ada yang menyarankan untuk dateng ke Omah Kitir yang katany tempatnya cozy banget buat nyantai. Bolehlah ya aku ngafe di Batu sambil isi batre hape juga sih pikirku, dan waktu aku kepoin tempatnya dimana ternyata Omah Kitir ada di jl. Ridwan yang ternyata deket banget sama Warung Echo. Beuh berasa jalan balik kucing. Mwales rek!


Warung Echo Masakan Khas Jawa

Jl. Ikhwan Hadi No.32A, Ngaglik, Kota Batu, Jawa Timur

(0341) 7745467

Price: Rp 5.000 – tergantung berapa lauk yang kamu ambil
Open: Everyday / 10.00 – 16.00

Taste: ★★★★☆
Service: ★★★★☆
Ambience: ★★★☆☆
Wifi: No
Electrical Plug: No
Parking Area: Available

Warung Tempong Betutu Pak Komang

Jl. Stadion Utara No.40, Sisir, Kota Batu, Jawa Timur

0818-381-708

Price: Rp 20.000 – Rp 35.000
Open: Everyday / 09.00 – 17.00

Taste: ★★★☆☆
Service: ★★★★☆
Ambience: ★★★☆☆
Wifi: No
Electrical Plug: No
Parking Area: Available (Untuk Mobil parkir di luar gang)

One thought on “Explore Batu’s Culinary – Part 1 –

Leave a Reply to Alena Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.